Selasa, 30 Oktober 2012

Identifikasi Terpenoid


Senyawa Terpen
Senyawa terpen, pada awalnya merupakan suatu golongan senyawa yang hanya terdiri dari atom C dan H, dengan perbandingan 5 : 8 dengan rumus empiris C5H8 (unit isoprena), yang bergabung secara heat to tail (kepala ekor). Oleh sebab itu senyawa terpen lazim disebut isoprenoid. Terpen dapat mengandung dua, tiga atau lebih suatu isoprena. Molekul-molekulnya dapat berupa rantai terbuka atau siklik. Mereka dapat mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, gugus karbonil atau gugus fungsional lain. Struktur mirip yang mengandung unsur-unsur lain disamping C dan H disebut terpenoid. Dewasa ini baik terpen maupun terpenoid dikelompokkan sebagai senyawa terpenoid (isoprenoid).
Terpena dapat mengandung dua, tiga atau lebih satuan isoprena. Molekul-molekulnya dapat berupa rankai-terbuka atau siklik
Berdasarkan jumlah unit isoprena yang dikandungnya, senyawa terpenoid dibagi atas:
1.            Monoterpen ( dua unit isoprena)
2.            Seskiterpen ( tiga unit isoprena)
3.            Diterpen ( empat unit isoprena)
4.            Tritcrpena ( lima unit isoprena)
5.            Tetraterpen ( delapan unit isoprena)
6.            Politerpena ( banyak unit isoprena)
Monoterpen dan seskiterpen adalah komponen utama minyak esensial (minyak atsiri) yang dapat diperoleh dengan penyulingan. Vitamin A adalah suatu diterpenoid, skualena (terdapat dalam ragi, kecambah gandum, dan minyak hati ikan, karoten-karoten pigmen merah dan kuning tergolong tetraterpen, lateks (karet alam) adalah politerpen.

Identifikasi terpenoid: Metode Lieberman-Burchard.
Beberapa tetes lapisan kloroform pada uji alkaloid, ditempatkan pada plat tetes. Tambahkan 5 tetes anhidrida asetat dan biarkan mengering. Kemudian tambahkan 3 tetes H2S04 pekat. Timbulnya warna merah jingga atau ungu menandakan uji positif terhadap terpenoid.

2 komentar:

  1. Dari artikel diatas dikatakan bahwa identifikasi terpenoid menggunakan kloroform, dimana kloroform termasuk pelarut non polar. mengapa menggunakan kloroform, bagaimana jika memakai dietil eter yang juga non polar?

    BalasHapus
  2. menurut pendapat saya identifikasi terpenoid menggunakan kloroform karena terpenoid memiliki sifat non polar sehingga kloroform dapat digunakan untuk identifikasi terpenoid tersebut.
    untuk dietil eter yang bersifat non polar juga bisa digunakan sebagai identifikasi terpenoid, selain itu CCl4 juga bisa digunakan untuk identifikasi karena memiliki sifat non polar juga.

    BalasHapus